Klinik Apollo

Klinik kulit dan kelamin

 

Herpes yang muncul di bibir disebabkan oleh virus herpes simplex. Ada dua jenis virus herpes simplex, tipe 1 dan tipe 2 (HSV1 dan HSV2). Luka herpes yang terjadi pada mulut biasanya disebabkan oleh tipe 1 sedangkan tipe 2 lebih sering dikaitkan dengan herpes genital.

>>>bagaimana cara mengobati herpes simplex? [klik disini berkonsultasi]<<<

Bagaimana herpes simpleks menyebar?

Virus ini menyebar melalui kulit atau selaput lendir (lapisan lembab tipis dari banyak bagian tubuh seperti hidung, mulut, tenggorokan dan alat kelamin) kontak dengan air liur yang terinfeksi. Orang-orang dengan riwayat luka herpes pada mulut dapat melepaskan virus dalam air liur mereka bahkan tanpa melepuh hadir. Kadang-kadang virus ini dapat menyebabkan infeksi pada mata, tangan atau otak, dan dapat menyebabkan penyakit parah pada wanita hamil atau orang yang sistem kekebalannya melemah.

 

Tanda dan gejala luka herpes di bibir

Pilek pada orang-orang di bawah bibir gejala paling umum dari infeksi oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV1) adalah luka dingin. Ini adalah bisul pada kulit atau selaput lendir (lapisan lembab tipis dari banyak bagian tubuh seperti hidung, mulut, tenggorokan dan alat kelamin).

Meskipun infeksi HSV-1 dapat terjadi pada usia berapa pun. Sering kali gejala yang muncul sangat ringan atau tidak ada. Setelah infeksi pertama, virus tetap laten (beristirahat) di sel-sel saraf di otak atau sumsum tulang belakang dan hadir untuk kehidupan. Jika virus menjadi aktif kembali, hasilnya adalah luka lecet yang jelas menyakitkan dan terlihat merah, biasanya pada wajah atau bibir. Lepuh pecah dan sembuh dalam beberapa hari. Virus dapat dipicu untuk menjadi aktif kembali oleh tekanan fisik atau emosional, sinar matahari, infeksi virus atau perubahan hormonal. Luka lecet sering didahului oleh kesemutan, gatal dan rasa sakit.

>>>ingin mengetahui gejala herpes dibibir lebih lanjut? [klik disini berkonsultasi]<<<

Diagnosa luka herpes di bibir

Infeksi virus herpes simpleks dapat didiagnosis dengan menggores dasar radang dingin dan memeriksa sel di bawah mikroskop, dengan menumbuhkan virus, atau dengan tes PCR (polymerase chain reaction) di laboratorium patologi. Tes darah biasanya tidak membantu dalam diagnosis.

Masa inkubasi

Waktu antara menjadi terinfeksi dan mengembangkan gejala biasanya 2 hingga 12 hari. Penyebaran infeksi kemungkinan besar terjadi ketika ada lepuh. Namun, orang-orang dengan riwayat luka dingin dapat mengeluarkan virus dalam air liur mereka dan karena itu mampu menginfeksi orang lain bahkan tanpa melepuh hadir.

Pengobatan herpes simplex

Terapi topikal (krim atau salep) tersedia melalui apotek tanpa resep. Terapi antivirus oral (melalui mulut) terbatas pada kasus-kasus berat dan memerlukan resep dokter. Oleh sebab itu sebaiknya segera untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi Anda saat ini. Jangan mencoba penanganan sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter karena yang di khawatirkan akan semakin memperparah kondisi Anda saat ini jika salah penanganan. Banyak penderita herpes genital yang tidak mau datang berobat pada dokter karena malu, dan sebagian juga karena disebabkan oleh karena berharap penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan. Padahal pasien tidak tahu jika penundaan penanganan penyakit herpes genital hanya akan semakin memparah kondisi yang Anda lakukan saat ini.

>>>baca juga gejala herpes kelamin, [klik disini]

Konsultasikan keluhan Anda di Klinik Apollo

Jika mengalami herpes simplex, Anda dapat berkonsultasi dengan Klinik Apollo, untuk membatu mengatasi keluhan yang Anda derita saat ini.

Klinik Apollo adalah Klinik Spesialis Kulit Dan Kelamin, yang berada di jakarta, Klinik modern yang memiliki peralatan medis yang modern serta ditangani langsung oleh dokter yang berpengalaman dalam bidangnya. Privasi pasien terjaga serta biaya penanganan yang terjangkau.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit herpes genital, atau Anda memiliki keluhan lainnya silahkan hubungi hotline kami di nomor 0812-3388-1616. 

 


Joomla SEF URLs by Artio